Aplikasi SIMANTAP Garda Terdepan Perbankan

Aplikasi SIMANTAP Garda Terdepan Perbankan

Dunia Perbankan tidak perlu canggung lagi untuk mengetahui alur keuangan yang bergulir setiap harinya. Pasalnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengeluarkan Sistem Pembelajaran Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme bagi frontliner perbankan (SIMANTAP). Aplikasi SIMANTAP dilengkapi dengan 6 modul yang terdiri Rezim Anti Pencucian Uang di Indonesia, Prinsip Mengenali Pengguna Jasa (PMPJ), Kewajiban Pelaporan Penyedia Jasa Keuangan Kepada PPATK, Identifikasi Laporan, Red Flag,dan Tipologi Pencucian Uang serta yang diperoleh melalui pelatihan ini telah disiapkan ujian sertifikasi.

 

’’SIMANTAP sangat dibutuhkan, mengingat frontliner di perbankan merupakan garda terdepan dalam mendeteksi pencucian uang dan pendanaan terorisme,’’ kata kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin seperti yang tertulis, Jakarta, Senin(11/2/2019).

Menurut Kiagus, dengan adanya SIMANTAP frontliner di perbankan dapat mempelajari adanya indikasi‐ indikasi transaksi keuangan mencurigakan baik melalui jumlah transaksi maupun dari tingkah laku nasabah yang semua diberikan melalui modul red flag, dan tipologi.

Tidak hanya itu, dengan adanya SIMANTAP data dan laporan yang disampaikan oleh Perbankan akan semakin berkualitas tidak hanya memenuhi syarat formil dan tepat waktu semata tetapi informasinya valid dan kredibel.

’’SIMANTAP dapat mendorong lahirnya hasil analisis yang mumpuni guna mengungkap dan menangkap adanya indikasi tindak pidana, pelaku tindak pidana serta kemampuan asset tracing hingga tujuan akhirnya adalah asset recovery,’’ kata Kiagus.

Kiagus melanjutkan, frontliner merupakan entry window yang sejak awal berhubungan dan berinteraksi dengan calon nasabah atau nasabah, mulai dari penerimaan calon nasabah atau nasabah, pelayanan nasabah baru maupun pelayanan transaksi. Dalam hal adanya indikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan, level frontliner akan menyampaikan secara bertahap hingga sesuai business process yang berlaku di masing‐masing bank.

Sementara itu untuk meningkatkan kompetensi SDM, Perbankan memiliki tantangan tersendiri karena saat ini ada 114 bank umum, di mana cabangnya tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sehingga menimbulkan biaya yang besar untuk membangun kompetensi sumber daya manusianya.

Selain itu Frontliner bank juga cepat sekali terjadi perpindahan atau penggantian sehingga menimbulkan tantangan dan kendala tersendiri, oleh karena itu mutlak diperlukan pelatihan, pendidikan, maupun sosialisasi yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan kompetensi di bidang APU PPT. Dengan harapan dapat mengetahui dengan jelas alur keuangan yang masuk. (Cr-1)

 

Share this...
BACA JUGA:  Indonesia Tangguh Kendalikan Ekonomi 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *